Senin, 27 Oktober 2014

INGIN ANAK CERDAS, ORANG TUAJUGA HARU BELAJAR


Setiap anak lahir cerdas, seberapa cerdas seorang anak bergantung pada orangtuanya

Tingkat kecerdasan anak tergantung dari orangtuanya. Jika ingin memiliki anak cerdas secara utuh maka sudah seharusnya setiap orangtua melatih otaknya sendiri dengan terus belajar. Inda Helen, Fasilitator Resourceful Parenting Indonesia (RPI) mengatakan kecerdasan anak tergantung stimulus yang diberikan kepadanya.

Senin, 20 Oktober 2014

Si Kidal Lebih Jenius, Benarkah?

 Si Kidal Lebih Jenius, Benarkah?

 Ada banyak anggapan dan komentar mengenai seseorang yang aktif menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas atau bisa disebut kidal. Salah satunya menyebut si kidal dianggap lebih jenius, benarkah?

Dream - Untuk budaya Indonesia, masih banyak masyarakat yang tidak memahami mengapa seseorang lebih aktif menggunakan tangan kiri. Tak jarang manusia kidal kerap dianggap aneh dan berbeda.
Sejatinya ada banyak hal yang membuat mereka menggunakan tangan kiri sebagai tangan aktif dibandingkan tangan kanan.
Dar banyak teori yang berkembang mengenai si kidal, tingginya kadar testosteron ketika masih berada di dalam kandungan diperkirakan menjadi pemicu aktifnya bagian tubuh sebelah kiri.
Lebih jauh, bahkan ada beberapa kalangan yang menganggap pemilik tangan kidal cenderung lebih jenius, benarkah demikian?

Kamis, 25 September 2014

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

34
Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak. Setelah membahas mengenai Motivasi Belajar Anak Remaja dan kaitannya dengan Prestasi Belajar Anak, maka pada kesempatan ini saya juga akan menyampaikan beberapa tips atau cara untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Karena begitu pentingnya motivasi belajar dalam proses perbaikan prestasi belajar, saya kira maka tips ini mungkin akan sangat bermanfaat.
Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :
Motivasi Belajar


Cara Meningkatkan Motivasi Belajar

1. Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.
2. Hadiah
Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.
3. Kompetisi
Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.
4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.
5. Memberi Ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.
6. Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.
7. Pujian
Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
8. Hukuman
Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh  Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu:
a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
b) Hadiah.
Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
c) Saingan/kompetisi.
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
d) Pujian.
Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.
e) Hukuman.
Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.
f)  Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa.
g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.
h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.
Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya.  Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk  mencatat dan  mempelajari materi yang telah disampaikan..
i) Menggunakan metode yang bervariasi.
Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.
j) Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Bonus kata motivasi :
Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, tp adalah penting untuk mengambil pelajaran dr kegagalan.*Bill Gates
Keberhasilan sebenarnya adalah apabila Anda dihantam hinga bertekuk lutut,tetapi mampu bangkit kembali.(Anonim)
“Kunci SUKSES sebenarnya ada didalam DIRI dan PIKIRAN anda, Jika anda berpikir SUKSES, maka kesuksesan akan menghampiri anda” .
Nggak ada yang salah buat belajar, itu untuk menambah pengalaman kok.
Hilangkan semua pikiran NEGATIF dalam diri anda, Kejarlah IMPIAN dan RAIH kesuksesan anda…
Berikut merupakan beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk meningkatkan motivasi belajar anda, semoga berhasil!!Meningkatkan Motivasi Belajar
Musim penghujan, rumah anda belum ada kanopinya? Lihat harga dan model terbaru => Daftar Harga!

Read more: MOTIVASI BELAJAR >> Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Kata Motivasi Belajar untuk Pelajar dan Mahasiswa

Seorang pelajar ataupun mahasiswa pasti membutuhkan motivasi belajar untuk menjaga semangat belajar tetap tinggi kan?
Belajar merupakan kegiatan yang mungkin cukup membosankan dan kurang terlalu diminati oleh para pelajar. Namanya juga manusia pasti ada rasa malas juga untuk belajar, terlebih untuk pelajaran yang dianggap sulit. Belajar memang tidak harus di sekolah ataupun kampus. Belajar bisa dimana saja. Namun tentu belajar di bangku sekolah memberikan kita perspektif lebih untuk memahami keindahan alam.

Sabtu, 23 Agustus 2014

PENGUMUMAN

Bagi Siswa Siswi SDN CIDENG 04 Pagi Angkatan 2013 / 2014 yang belum melakukan cap 3 jari diharapkan kehadirannya di Sekolah.Info lebih lanjut dapat menghubungi Sekolah

Senin, 11 Agustus 2014

8 Tantangan Seputar Sekolah

 “Aku suka sekolah.” Hanya sedikit kalimat yang bisa lebih indah dari ungkapan itu. Karena jika anak sukses di lingkungan pendidikan, besar kemungkinan dia juga sukses di dunia luar. Itulah sebabnya tanda-tanda awal permasalahan di sekolah (mengeluhkan guru, laporan kenakalan anak) dapat menekan tombol panik Anda. Kami membantu Anda mengatasi tantangan paling berat di sekolah.

1. Anak bersikeras bahwa gurunya membenci dia.

Jika kelas sudah berjalan selama beberapa hari, hati-hati mengomentari keluhan anak dan tekankan hal positif. Seusai sekolah, tanyakan, “Apa hal terbaik tentang sekolah hari ini?” bukan “Kamu lebih menyukai Ms. Gray hari ini?” Jika keluhan anak berlanjut hingga lebih dari satu minggu, buat janji pertemuan dengan sang guru untuk mendiskusikan keluhan anak, kata Sara Leef, konselor sekolah dasar di Brookline, Massachusetts.

Ya, ini bisa menjadi topik sulit untuk dikemukakan dengan guru karena terasa begitu pribadi, tapi jika tidak diungkapkan, “perasaan itu cenderung tumbuh menjadi masalah yang lebih besar, yang semakin sulit dipecahkan dengan tuntas,” jelas Leef. Sebelum Anda bertatap muka, secara santai persiapkan beberapa contoh keluhan anak yang menggambarkan mengapa dia merasa gurunya abai terhadapnya. Dan cobalah bersikap tenang saat memasuki ruang kelas agar Anda bisa fokus menyelesaikan masalah tersebut melalui kerja sama. Anda mungkin bisa memulai pembicaraan dengan kalimat, “Untuk beberapa alasan, anak saya merasa Anda tidak menyukai dia. Saya yakin dengan kita duduk bersama dan bicara, kita bisa menyelesaikan masalah ini.”

2. Anak Anda pulang di hari pertama sekolah dengan kecewa karena ranselnya kurang keren.

Mungkin Anda ingin si kecil pergi ke sekolah dengan tas ransel biru polos (tas dengan konstruksi kuat yang Anda suka, tanpa banyak hiasan konyol). Wahai orang tua, anak Anda tidak lagi berada di preschool. Penting bagi si anak SD untuk memilih perlengkapan sekolah sendiri–bahkan hingga hal terkecil seperti buku dan pensil–untuk alasan yang masuk akal. Mengapa? “Anak usia itu ingin diterima agar dia merasa aman,” kata Barbara Micucci, konselor sekolah dasar di King of Prussia, Pennsylvania.

Jika Anda sudah membolehkan anak memilih sendiri ranselnya dan sekarang dia tidak senang dengan pilihannya, minta dia menjelaskan alasannya. Jika dia sekadar menginginkan tas ungu bukan tas merah, mungkin Anda bisa memertahankan pendapat Anda, dengan mengingatkan kembali bahwa dia suka warna merah dan karena itu dia memilih tas merah. Namun jika ada masalah yang lebih besar terkait aktivitas sekolah–misalnya, ransel anak Anda tidak dilengkapi kantong khusus untuk wadah botol minum seperti tas milik teman satu kelasnya–katakan bahwa Anda akan memikirkan hal itu. Masalah seperti itu biasanya menghilang dalam beberapa hari, tapi jika isu tersebut terus mengganggu anak, mungkin Anda perlu berkompromi.

3. Semua anak kelas 1 sudah bisa membaca kecuali, tampaknya, anak Anda.

Si kecil melaporkan bahwa dialah “satu-satunya” anak yang tidak membaca buku cerita sendiri. Benarkah? “Meskipun hanya sedikit anak yang sudah bisa membaca mandiri, jika anak-anak itu adalah teman si kecil, dia merasa semua anak bisa membaca,” kata guru kelas 1 SD, Heather Bailey, dari St. Louis. Masalah bisa semakin sulit jika teman satu kelas sudah membaca buku cerita panjang karena anak-anak melihat transisi dari buku bergambar ke buku cerita panjang sebagai sebuah pencapaian besar. Namun, Bailey mengatakan, anak kelas 1 SD pada umumnya belum bisa membaca buku teks panjang hingga akhir tahun ajaran.

Khawatir anak Anda tidak berada di jalur yang benar? Diskusikan dengan guru kelas. Demi meningkatkan percaya diri anak seputar kemampuan membaca, beri pujian bahkan untuk pencapaian terkecil sekalipun dan bacakan cerita untuk si kecil. “Riset membuktikan anak yang dibacakan buku selama 15 menit setiap hari akan tumbuh menjadi pembaca yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak dibacakan buku,” kata Bailey.

Terakhir, jadikan pelajaran membaca sebagai keceriaan sehari-hari: Anda bisa bermain “Aku melihat sesuatu yang diawali huruf F (atau A atau C),” sambil berkendara ke tempat les karate. Atau tanyakan kepada guru kata-kata apa yang perlu dipelajari anak, lalu tempelkan satu atau dua kata di pintu kulkas. Katakan bahwa kata itu adalah kode rahasia yang harus dipecahkan sebelum membuka lemari es untuk mengambil camilan.

4. Anak mengeluh karena dia tidak punya teman bermain saat istirahat.

Tunjukkan empati tapi gunakan bahasa yang netral agar tidak menjadi masalah yang lebih besar bagi anak, saran Christine Brennan, guru TK di Dobbs Ferry, New York. Cobalah, “Wow, tampaknya kamu bermain sendiri. Apa yang kamu mainkan?”

Ingat bahwa di awal-awal masa sekolah, anak-anak biasanya tidak mengucilkan seseorang dengan sengaja. Anak-anak yang bermain petak jongkok mungkin tidak menyadari jika anak Anda ingin bergabung. Maka ajari si kecil untuk berkata, “Hey, bolehkah aku ikut bermain?” Bisa juga teman sekelasnya bermain otoped setiap hari tapi anak Anda lebih tertarik bermain lompat tali–dan dia menginginkan seseorang untuk bermain bersama. Untuk kasus itu, katakan bahwa saat dia menuju arena lompat tali, dia mungkin bertemu seseorang yang juga menyukai permainan tersebut.

Si kecil masih mengeluh? Minta pengawas sekolah untuk memantau anak Anda di taman bermain, saran Leef. “Mungkin Anda akan mendapat laporan bahwa anak Anda tampak marah, berjalan mengitari taman dengan tangan bersedekap, membuat anak-anak lain ragu mendekati dia.” Lalu Anda bisa meminta si pengawas membantu si kecil mencari sekelompok teman bermain.

5. Anak Anda mendapat catatan dari guru TK karena melanggar aturan.

Transisi, transisi! Dari karpet ke meja, dari meja ke antrean, antrean ke makan siang, makan siang ke waktu bermain, waktu bermain ke jam istirahat. Preschool umumnya tidak mengharuskan anak mengerjakan tuntutan yang ada di TK, dan menyesuaikan diri terhadap keseharian yang terstruktur kerap menimbulkan masalah perilaku, kata Robin Davis, guru TK di San Francisco. Mengapa? Anak-anak belum berpikir jangka panjang; jika si kecil sedang asik menyusun balok di waktu istirahat, dia tidak mau berhenti untuk mengantre di perpustakaan.

Bagaimanapun, jika anak Anda dipanggil karena melanggar aturan–termasuk perilaku agresif seperti memukul atau membangkang–dan tidak mau mematuhi petugas sekolah, buat janji bertemu dengan guru, meskipun anak Anda baru satu kali melakukan pelanggaran. Mungkin Anda juga punya sesuatu untuk diungkapkan (misalnya keberadaan adik bayi atau Anda baru kehilangan pekerjaan) sehingga guru punya pemahaman latar belakang masalah perilaku anak. Anda dan pihak sekolah bisa mencari pola dan membuat rencana disiplin. Jika, misalnya, anak Anda cenderung “bertingkah” di penghujung sesi prakarya, tanyakan kepada guru seputar kemungkinan melakukan pendekatan ekstra untuk membantu si kecil. (“Owen, kamu punya waktu sedikit lagi sebelum kita membereskan peralatan ini.”) Juga cari tahu petunjuk transisi yang digunakan guru di kelas. Jika dia menepuk tangan dan berkata, “Satu, dua, tiga, pandangan mata ke arah saya,” lakukan hal yang sama di rumah agar anak semakin akrab dengan petunjuk tersebut, kata Micucci. Terakhir, tanyakan guru apakah dia bersedia berkontribusi di “tabel stiker” yang Anda simpan di ransel anak, saran Micucci. Untuk satu hari kepatuhan di sekolah, dia mendapat satu stiker. Di rumah, dia bisa mendapat stiker lagi jika mau mengikuti aturan. Hal itu menunjukkan bahwa bersikap baik sama pentingnya di rumah dan di sekolah.

6. Si penggencet menyasar anak Anda.

Penggencetan atau bullying adalah salah satu kekhawatiran terbesar orang tua saat anak kembali ke sekolah, menurut survey Parents-Lands’ End belum lama ini. Namun sebelum Anda menghubungi sekolah dan memberi label penggencet kepada seorang anak, ingat bahwa hal itu sama seperti mengucapkan kata “bom” di bandara. Kata itu punya arti serius–memang sudah seharusnya demikian–sehingga Anda perlu menguji tuntas terlebih dulu. “Kami mendefinisikan penggencetan sebagai kekerasan berulang yang dilakukan oleh satu anak terhadap anak lain, tanpa perimbangan kekuatan dan tidak ada alasan melakukan hal itu,” kata Leef. Bullying adalah satu anak mengintimidasi anak lain, baik itu secara fisik, mental, atau keduanya.

Ingat bahwa jika anak Anda punya konflik dengan teman sekelas karena mereka berdua bersaing di kelas senam atau punya karakter keras kepala, itu bukan penggencetan. (Anda bisa membantu mereka berbaikan dengan meminta penasihat sekolah mengadakan sesi mediasi di antara mereka hingga masalah terpecahkan.) Satu cara bagus untuk mengidentifikasi bullying: Tanyakan kepada anak apakah dia tidak keberatan berbicara dengan si teman, kata Leef. “Jika dia menjawab, “Aku mau bicara dengan dia,” itu bukan penggencetan. Bicara penggencetan, ada faktor ketakutan yang jelas. Anak akan takut berinteraksi dengan si penggencet.”

Dalam kasus penggencetan, petugas sekolah akan memutuskan cara mendisiplinkan si penggencet–dan cara melindungi anak Anda. Untuk menjaga anak agar tidak menjadi korban penggencetan, beri dia kekuatan dengan cara mengajari bahasa tubuh dan perkataan yang asertif, kata Micucci. Dengan permainan pura-pura, minta anak berdiri tegak, menyilangkan kedua tangan dan berkata, “Stop. Kamu tidak boleh melakukan itu,” sebelum pergi dan mencari bantuan orang dewasa.

7. Anak Anda terus mendatangi klinik sekolah. Apakah dia benar-benar sakit?

“Jika ada anak yang sakit perut, saya minta dia pergi ke toilet; itu kerap membantu,” kata Jamie Nedwick, gru kelas 1 SD di Hasting-on-Hudson, New York. Jika perawat sekolah memanggil, pastikan dia sudah melakukan kunjungan ke toilet. Tidak demam, muntah, atau diare? Anak Anda mungkin dibolehkan kembali ke kelas; jika demikian, bicaralah dengan anak dan katakan Anda akan memeriksa saat Anda datang menjemput. Untuk menguji kebenaran sakit, ingatkan anak bahwa anak yang terlalu sakit untuk pergi ke sekolah artinya terlalu sakit untuk bermain bersama teman-teman. Jika dia tidak peduli, mungkin sebaiknya Anda membawa dia pulang.

Juga periksa emosi anak. “Anak yang sering datang ke klinik dengan keluhan sakit perut dan sakit kepala cenderung merasa cemas,” kata Leef. “Anak jarang mengatakan “Aku takut matematika,” sehingga mereka memilih pergi ke klinik dengan keluhan sakit perut di setiap jam pelajaran matematika.” Jika Anda mencium kecemasan, lakukan perbincangan segitiga dengan guru dan perawat untuk mencari jalan keluar bersama.

8. Anak Anda tidak mau membicarakan harinya.

Sebagian anak, apalagi anak-anak introvert, mungkin tidak suka memberi laporan, terutama di penghujung hari sekolah yang panjang. Tenangkan diri Anda. Hanya karena anak tidak mau bicara, bukan berarti dia tidak bahagia. Urungkan pembicaraan saat berkendara pulang ke rumah, dan tunggu hingga usai makan malam untuk memancing dia bercerita. Micucci menyarankan Anda menjadikan si kecil sebagai kontestan di tayangan pribadinya. Katakan, “Dalam skala 1 sampai 10, dengan 1 adalah menjengkelkan dan 10 luar biasa, berapa kamu menilai harimu di sekolah tadi?” Jika anak memilih 8, tanyakan, “Apa yang membuat nilai menjadi 8?” Anda juga bisa mencoba aktivitas santai agar anak mau bicara secara alami. “Ketika anak datang ke kantor saya, kami jarang sekadar bicara,” jelas Leef. “Kami menggambar atau bermain board game. Dalam sepuluh menit, seorang anak akan mengisahkan cerita kehidupannya.” [Oleh Mindy Walker]

Kamis, 03 Juli 2014

Kamis, 26 Juni 2014


LAPOR DIRI JALUR UMUM TAHAP 1



SISWA LAPOR DIRI
PERINGKAT NOMOR SELEKSI NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN NAMA SISWA TANGGAL LAHIR JENIS KELAMIN



1 3012330007 3171016407070000.00 ARINA PUTRI SABILA HAQUE 24-07-2007 P



2 3012330011 3171071108070000.00 RIFFAN AHMAD THUFAIL T. 11/8/2007 L



3 3012330009 3173072208070000.00 ALFAY JUSTINE PRIA AKHIRI 22-08-2007 L



4 3012330008 3173076809070000.00 KEZIA ELVARIZA 28-09-2007 P



5 3012330004 3171010611070000.00 RAFLI MAULANA 6/11/2007 L



7 3012330010 3173070801080000.00 INDRA WIBOWO 8/1/2008 L



8 3012330006 3171012301080000.00 YUDISTIRA JANUAR WAHYUNI 23-01-2008 L



12 3012330013 3171014903081000.00 THANIA PUTRI FATIHAH 9/3/2008 P



13 3012370017 3173072103080000.00 FATUR RAHMAN 21-03-2008 L



14 3012330003 3173074204080000.00 FALHA IBRILA ASYAH PRIYANTO 2/4/2008 P



1 3012330001 3303074102080000.00 REFINA RAHMAWATI (*) 1/2/2008 P



2 3012370030 3307115405080000.00 KHAFDA NUR FADLIA (*) 14-05-2008 P




SISWA NON LAPOR DIRI
PERINGKAT NOMOR SELEKSI NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN NAMA SISWA TANGGAL LAHIR JENIS KELAMIN



6 3012370003 3173077011071000.00 DELA NOVIANDA 30-11-2007 P



9 3012370020 3173072301081000.00 NEVAN ROONEY SANTOSO 23-01-2008 L



10 3012550035 3171070602080000.00 FABIAN PRATAMA 6/2/2008 L



11 3012370027 3171016002080000.00 TALITHA ZULAIKHA 20-02-2008 P



Rabu, 18 Juni 2014

Kemdikbud Keluarkan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah

Mon, 06/09/2014 - 20:46
Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.  
“Dikeluarkannya Permendikbud ini karena masih adanya persoalan mengenai penggunaan seragam di beberapa daerah. Harus dipastikan siapapun yang akan sekolah jangan sampai dipermasalahkan mengenai seragam sekolah, khususnya penggunaan seragam sebagai identitas keagamaan,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh saat menyampaikan kepada media dikantornya, Senin (09/06/2014).

Jumat, 13 Juni 2014

Jadwal PPDB SD DKI Tahun 2014/2015


Jumat, 25 April 2014

Cara Membuat Anak Bersikap Terbuka dan Jujur
 
Orang tua wajib aktif membentuk mental anak agar selalu bersikap terbuka dan jujur, baik di rumah dan lingkungan sosial. Membuat anak terbuka dan jujur tentang hal-hal yang sensitif, dapat dimulai dengan mengubah gaya bertanya. Usahakan untuk bertanya dalam suasana yang nyaman. Ini bisa membuat anak lebih terbuka dan jujur.

Kamis, 24 April 2014

Ditjen Dikdas Kembali Gelar Lomba Menulis Cerita

Ilustrasi LMC


Jakarta (Dikdas): Untuk merangsang minat dan kreativitas siswa dalam membaca dan menulis karya sastra, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014 ini kembali menyelenggarakan Lomba Menulis Cerita (LMC). Lomba terbagi dalam dua kategori peserta yaitu siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan siswa Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.